High Season Japan Trip – Prologue: Planning

H

“Kamz, aku kok pengen ke Jepang ya. .”

“Lho ayok, kapan?”

“September ato Oktober?”

“Ngejar Fall? masih lama brarti, boleeh”

“Tahun ini, Kamz”

“HE? GA”

Temen kantorku yang kapan hari ku ajak ke Singapore kyak nya ketagihan sama traveling. Tiba-tiba aja dia memulai chat yang cukup kisruh. Chat ini berlangsung bulan kemarin (Juni) dan men suggest berangkat ke Jepang September, yang artinya HANYA ADA 3 BULAN UNTUK PREPARE. Well, it’s a big NO from me.

Mungkin di luar sana ada cukup banyak traveler yang berhasil ke Jepang dengan waktu persiapan yang lebih minim, tapi aku pribadi yang udah pernah ke sana satu kali belum berani melakukan hal tersebut. Bagiku, traveling ke Jepang tu bukan cuman perkara uang. Jadwal, fisik, mental, wawasan menurutku harus semuanya disiapkan. Tujuannya simpel kok, ya biar pas disana ga rugi aja. Beda banget soalnya dibandingkan ke Singapore. Selain ongkos transport, akomodasi dan macem-macem ga setinggi dibandingkan ke Jepang, di Singapore masih banyak orang Indonesia yang bisa ditanya-tanyain. Kalo ke Singapore juga perjalanan ga lama, maksimal dua jam (dari Surabaya).

Jadwal, ini krusial sekali. Tidak ada flight tanpa transit dari Surabaya ke Tokyo, flight Jakarta-Tokyo aja makan waktu minimal 7 jam, yang artinya kalau berangkat pagi dari Jakarta sampai di Tokyo pasti sore, terus perjalanan dari bandara ke tengah Tokyo makan waktu paling ga 2 jam. Dari fakta itu aja, udah dapet rugi waktu, di hari pertama cuman bisa istirahat doank. Merencanakan tempat-tempat yang mau dikunjungi juga penting, perlu diurutkan se-efisien mungkin, apalagi main transportation yang murah kan ya kereta, dimana kereta juga punya jadwal masing-masing per rute nya. Efisiensi dalam pengurutan tempat-tempat tujuan akan berpengaruh pada cost dan waktu. Saat artikel ini di buat, aku dan rekanku udah bikin draft itinerary.

Gambar 1. Draft Itinerary

Yang udah kejadwal sih masih yang di Tokyo. Row dengan warna sama artinya satu hari, artinya aku akan 5 hari stay di Tokyo dan sisanya di Kyoto. Aku dan rekanku udah sepakat bakal 8+ hari di Jepang. Kenapa ada + nya? Maksudnya + tu hari berangkat dan hari pulang. Jadi kami rencana berangkat tanggal 24 Maret 2020, sampai Tokyo 25 Maret 2020 pagi. Pulang tanggal 2 April 2020. Tanggal keberangkatan ini pas sama Hanami di Jepang, pas bunga Sakura mekar gitu dah. Momen ini termasuk “High Season” sehingga jadi judul trip ku kali ini.

Fisik. Simpel sih, karena disana bakal baaaaanyaaaaaaaaak sekali jalan kaki. Jadi fisik harus dipersiapkan. Bakal rugi besar kan kalo pas disana kebanyakan kecapekan ato bahkan jatuh sakit. Mental, ini perlu juga, ga semua orang bisa bertahan duduk berjam-jam di pesawat. Ga semua orang bisa tenang ketika tersesat. Ga semua orang mudah tanya ke orang asing. Ga semua orang siap mendadak keluar duit banyak. Menurutku itu semua cukup penting untuk disiapkan. Tujuannya biar trip ke Jepang ini 100% enjoyable. Termasuk “tersesatnya”? YES!!!!.

Wawasan. Ini yang paling sederhana sih. Perlu banget tau rute kereta, tempat makan, tempat beribadah, lokasi kedutaan Indonesia disana. Teruus, etika di eskalator, etika antre, merokok, apa yang harus dilakukan ketika barang hilang. Semuanya bisa di pelajari ketika udah disana dan kita akan naturally beradaptasi. Tapi, tetep lebih baik kalau dipelajari dulu, biar adaptasinya lebih mudah.

Gambar 2. Tiket Penerbangan

Terakhir, uang. YAIYALAH. Ini mah jelas-jelas harus disiapin yekan. Budget yang masuk akal untuk hidup di sana paling ga Rp. 1juta/hari ga termasuk akomodasi. Disiapkan juga uang buat tiket terbang (yaiyalah) dan penginapan (lagi lagi yaiyalah). Saat artikel ini dibuat aku dan rekanku sementara sepakat untuk terbang pakai Singapore Airlines. Alasannya sederhana, sangat fit dengan jadwal yang kami buat. Harga penerbangannya di traveloka sekitar 6.7jt pulang pergi.

Sekian artikel hari ini. Bagi yang pengen ke Jepang kuharap bisa mempelajari artikel ini. Perjalananku kali ini bakal kutulis sedetail mungkin bahkan dari persiapan.

Thanks for reading

About the author

Kamz-kun

Add comment

By Kamz-kun

About Author

Kamz-kun

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Recent Posts

Archives