High Season Japan Trip – Prologue: Reschedule

H

HALOOOO!! UDAH MAU MARET AJA NIIIIII!!!! MAAFKAN AKU BLOM SEMPET POST SOAL “AKOMODASI” YANG AKU JANJIIN DI ARTIKEL SEBELUMNYA. //SUNGKEM. Ntar soal gimana kami nyari akomodasi aku post belakangan ya. Sekarang pengen bahas sesuatu yang lebih hype daripada itu. Gegara meledaknya Coronavirus tipe baru atau Covid-19, banyak planning kami berantakan. Kemarin (28 Februari 2020), aku dan rekanku ngebahas cukup panjang soal itinerary. Well, sebenernya kami udah beberapa kali meet up sih sebelumnya, setiap kali ada “kejutan” kami meet up.

Perubahan rencana paling besar adalah di cancel nya penerbangan kami. YES NDA SALAH BACA!!! Di artikel sebelumnya, aku cerita bakal terbang transit di Hong Kong pakai Cathay. Sayangnya pada tanggal 9 Februari 2020, aku dapet email dari Cathay mengatakan bahwa penerbangan kami di majuin SATU HARI. Itu cukup masalah, karena kami sudah menetapkan bakal literally engga ngapa-ngapain selama transit, just keliling bandara. Dengan jadwal yang baru ini, kami akan bener-bener wasting time satu hari lebih.

Ternyata pada tanggal yang sama (9 Februari 2020), banyak rekan-rekan yang berencana ke Jepang dengan transit Hong Kong dengan Cathay juga menerima email yang mirip, meskipun variatif reschedule-nya. Ada yang maju dua hari, ada yang bahkan mundur seminggu. Aku cari info kemana-mana termasuk pergi ke kantor Cathay di Surabaya. Aku dapat fakta (meskipun udah baca-baca dan googling sebelum ke kantor Cathay), bahwa Cathay mereduksi jumlah penerbangan. Sebenernya, sempat kami punya ide untuk sekalian majuin penerbangan yang selanjutnya (yang dari Hong Kong ke Tokyo) biar transitnya ga lama-lama. Namun, statement dari orang Cathay, tidak menutup kemungkinan bisa di reschedule lagi oleh pihak Cathay, menyesuaikan keadaan. Singkat cerita, akhirnya mereka menyarankan untuk refund, full refund tentunya.

Setelah dapat pernyataan full refund, kami mikir keras dan langsung mencari penerbangan pengganti. Kami engga pengen lagi pakai penerbangan yang transit di luar Indonesia. Pilihan kami sangat sedikit, seharian penuh (10 Februari 2020), setiap paling tidak 10 menit kami refresh-refresh Traveloka berharap ada keajaiban. Tiket penerbangan yang harga paling terjangkau adalah yang transit Manila. Hanya 3 maskapai yang melayani penerbangan direct Jakarta ke Tokyo, Garuda Indonesia, Japan Airlines dan All Nippon Airways. Kami udah cek harga di website masing-masing dan ya muntah. awkawkawkawkawk. Malah di All Nippon Airays, tiket nya sold out untuk tanggal 23-24 Maret 2020. Ga berhenti kami refresh-refresh Traveloka, hingga akhirnya. . . . MUNCUL!!!! Ada opsi All Nippon Airways dengan harga jauh dibawah website aslinya. Hanya tersedia di tanggal 23 Maret (opsi ini nda muncul di pencarian 24 Maret). DAN HANYA SATU OPSI UNTUK KEBERANGKATAN. Untuk pulang (2 April) untungnya masih cukup banyak pilihan. Kami mikir agak lama, sekitar, hmmm… 10 detik untuk akhirnya memutuskan beli tiket ini. AWKAWKAWKWAKAWK.

Setelah dapat tiket Indonesia Jepang, kami langsung cari tiket dari Surabaya ke Jakarta. KEAJAIBAN LAGI, Citilink kyak nya ada promo!!! Sangat jauh dibawah harga standard. Untuk tiket ini kami hanya memikirkan jam berangkat dan pulang nya aja, memilih yang waktu transitnya “aman”.

Summary penerbangan kami kyak gini :


Biaya untuk penerbangan-penerbangan tersebut adalah :

Citilink RoundtripIDR 950.000
All Nippon Airways Multi City
(CGK – NRT / ITM – HND – CGK)
IDR 8.300.000
TOTALIDR 9.250.000

Daaaaan karena kedatangan kami di Jepang maju (yang semula nyampenya tanggal 25 pagi sekarang jadi 24 sore), kami harus nambah satu malam untuk sewa hotelnya. Kami berhasil kontak langsung dengan pihak hotel dan bisa menambah satu malam untuk tanggal 24.

Selain perubahan penerbangan, kami juga dapat berita bahwa banyak lokasi wisata “mainstream” di Jepang akan ditutup di dua minggu awal Maret. Here’s some of them. Hal ini berimpact cukup banyak pada itinerary kami. Hingga kini, itinerary kami belum final. Tapi, yaaa aku share ajalah biar bisa di liat-liat. klik di sini yaw.

Ywda, sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan terus ikuti perjalanan kami traveling di momen “epidemic” ini. Stay safe and calm. Kepanikan bisa jadi lebih berbahaya daripada virus itu sendiri.

About the author

Kamz-kun

Add comment

By Kamz-kun

About Author

Kamz-kun

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Recent Posts

Archives